Di banyak perusahaan, pelatihan masih sering dipandang sebagai kewajiban administrasi: yang penting karyawan ikut training, dapat sertifikat, lalu selesai. Namun, di tengah perubahan bisnis yang cepat, perusahaan butuh sesuatu yang lebih strategis: pengelolaan kompetensi karyawan yang terarah, terukur, dan selaras dengan kebutuhan organisasi.
Di sinilah OranT, Learning Management System (LMS) yang berfokus pada kompetensi, hadir sebagai solusi. Bukan sekadar platform e-learning, OranT membantu perusahaan mengelola kompetensi karyawan dari hulu ke hilir, dari pemetaan, pelatihan, hingga pemantauan perkembangan.
Kenapa Kompetensi perlu dikelola, bukan hanya diisi Formnya?
Kompetensi adalah kombinasi pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang dibutuhkan untuk menjalankan suatu peran atau jabatan secara efektif.
Contoh kompetensi di perusahaan:
- Service Excellence untuk frontline dan customer service
- Analytical Thinking untuk analis dan tim planning
- Leadership & Coaching untuk supervisor dan manager
- Digital Literacy untuk seluruh karyawan di era transformasi digital
Tanpa pengelolaan kompetensi yang baik, biasanya muncul masalah seperti:
Training banyak, tapi tidak jelas dampaknya
- Karyawan ikut berbagai pelatihan, tapi perusahaan sulit menjawab: Kompetensinya benar-benar meningkat atau tidak?
Pengembangan tidak terarah
- Karyawan belajar banyak hal, tapi tidak tahu prioritas: Kompetensi apa yang wajib buat posisi saya? Kalau mau promosi, saya perlu menguatkan apa?
Kesulitan menyusun program tahunan
- HR membuat training plan berdasarkan permintaan, bukan berdasarkan data gap kompetensi.
Promosi dan suksesi kurang berbasis data
- Keputusan promosi masih banyak bergantung pada penilaian subjektif, bukan peta kompetensi yang jelas.
LMS OranT dirancang untuk membantu perusahaan keluar dari pola “training asal jalan” menjadi pengembangan kompetensi yang terukur.
Baca Juga : Dari Konten ke Kompetensi: Cara OranT Membuat Training Lebih Tepat Sasaran