Perkembangan Artificial Intelligence (AI) tidak hanya mengubah cara perusahaan menjalankan operasional bisnis, tetapi juga membawa perubahan besar dalam proses pengembangan kompetensi karyawan.
Jika sebelumnya pelatihan perusahaan identik dengan kelas tatap muka, materi yang sama untuk seluruh peserta, serta evaluasi yang dilakukan secara manual, kini proses pembelajaran dapat dilakukan dengan lebih personal, fleksibel, berbasis data, dan terukur.
Didukung oleh Learning Management System (LMS) seperti OranT, perusahaan dapat membangun ekosistem pembelajaran digital yang lebih terstruktur sekaligus memanfaatkan perkembangan teknologi untuk meningkatkan efektivitas pengembangan karyawan.
Setiap karyawan memiliki pengalaman, kompetensi, posisi, dan kebutuhan pengembangan yang berbeda. Namun, metode training konvensional sering kali memberikan materi yang sama kepada seluruh peserta. AI memungkinkan sistem pembelajaran berkembang menjadi lebih personal.
Melalui analisis terhadap berbagai data pembelajaran, sistem dapat membantu perusahaan memahami:
- Materi yang telah diselesaikan karyawan.
- Hasil quiz dan assessment.
- Kompetensi yang sudah dikuasai.
- Area yang masih membutuhkan pengembangan.
- Pola dan aktivitas pembelajaran karyawan.
- Rekomendasi materi berikutnya sesuai kebutuhan.
Konsep ini dikenal sebagai personalized learning, yaitu proses pembelajaran yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan setiap individu. Dengan pendekatan tersebut, karyawan tidak hanya mengikuti training karena diwajibkan perusahaan, tetapi mendapatkan pengalaman belajar yang lebih relevan terhadap pekerjaannya.
Baca Juga : 5 Alasan Training Karyawan Tidak Berdampak pada Performa Kerja